Selasa, 15 Maret 2016

Perumahan

Dijual
Nama perumahan: Ranah Muslim Bonai
Ada beberapa type rmh, sprt yg tercantum di brosur, ex: 54/110
54 luas total rumah
110 luas total tanah
Itu standar, jika luas tanah di kafling tsbt lbh, misal 115, berarti ada kelebihan tnh 5 m2. Kelebihan tnh akan di hitung dg harga tnh per meter.

Uang muka atau DP, nilainya 30 persen dr nilai jual. Bisa di byr 3 x dlm waktu yg ga terlalu lama, misal dlm 1 atau 2 bln.

Ada denah lokasi kavlingan.
Ada stempel terjual, berarti sdh terjual, yg blm... Yg blm di stempel, itu yg nanti mau di promosikan dg luas masing masing nya di atas kavling masing2.

Ada denah rumah standar, kurang jelas gmbrnya, pembagian ruangannya:
Teras dpn, ruang tamu, kamar 2 bh, ruang keluarga, dapur, kmr mandi 2.

Lokasi di Bonai,
Blkng stm kosgoro
Payolansek
Seperti yg ada di denah lokasi....

Siip gan
Keep spirit
Ana uhibbuka fillah...

Hubungi 082285080005
Ilham hasbayny

Jumat, 04 Maret 2016

Rizki ada yang mengatur copy dari whatsapp

[3/4, 05:41] Sumayyah - Dolores Natalie: [ TENTANG REZEKI ALLAH ]

Seorang ulama dari Suriah bercerita tentang do'a yg selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini...

( ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﻛﻤﺎ ﺗﺮﺯﻕ ﺍﻟﺒﻐﺎﺙ )

"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats."

Apakah "bughats" itu...?
Dan bagaimana kisahnya...?

"Bughats" adalah anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut "bughats". Ketika sdh besar dia menjadi gagak (gurab).

Apa perbedaan antara bughats & gurab...?

Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.

Di saat induknya menyaksikannya, ia tidak terima itu anaknya, hingga ia tidak mau memberi makan dan minum, lalu mengintainya dari kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yang baru keluar dari telur itu tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.
Lalu bagaimana ia makan dan minum...?

Allah Yang Maha Kuasa & Maha Pemberi Rezeki yang menanggung rezekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya.

Allah menciptakan AROMA tertentu yang keluar dari tubuh anak gagak yang dapat mengundang datangnya serangga ke sarangnya.
Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, & ia pun memakannya...
Maa syaa Allah...

Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sudah tumbuh.

Ketika itu barulah gagak mengetahui itu adalah anaknya, & ia pun mau mberi makannya sampai tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri.
Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga-serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya.
Dia-lah Allah Ar Razzaq Yang Maha Pemberi Rezeki...

"Kamilah yg membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehidupan di dunia ini."
(QS. Az-Zukhruf : 32)

Rezekimu akan mendatangimu di mana pun kamu berada, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:

"Sesungguhnya Malaikat Jibril menghembuskan di dalam perasaanku bahwa seseorang tidak akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, takutlah kepada Allah, dan perindahlah caramu meminta kepada Allah. Jangan sampai keterlambatan rezeki membuatmu mencarinya dengan
cara bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya tidak akan didapatkan sesuatu yang ada di sisi Allah kecuali dengan menta'atinya."

Oleh karena itu, sebenarnya kurang pantas bila orang orang beriman berebut rejeki dan seringkali tidak mengindahkan halal haramnya?
Naudzubillah min dzalik...

Ya Allah, Engkau Pemberi dan Penjamin Rezeki, karuniakanlah kepada kami rezeki yg halal dan barokah.

Aamiin...

Wallahu a'lam...

==========
DR. Amr Khalid

[3/4, 05:51] Lienda Surja CSL Muallaf WA: Amin...

[3/4, 05:54] Yulia CSL Muallaf WA: Aamiin Yaa RobbaalAllamiin....

Sholat Gerhana Matahari copy dari forsil Whatsapp

[4/3 21.02] ‪+62 812-5414-880‬: Yuk Nyoba Sholat Gerhana Matahari.

Pekan depan insya ALLAH kita akan solat Gerhana Matahari (Kusufusyams). Karena sifatnya yang tidak rutin sehingga banyak orang yang belum begitu mengingat atau memahami tata cara pelaksanaan sholat Gerhana ini. Bahkan dalam sejarahnya Nabi saw pun hanya sekali melakukan sholat ini.

Di masyarakat kita  saat gerhana terjadi orang lebih suka untuk berkumpul di tempat-tempat tertentu untuk menyaksikan fenomena alam ini. Padahal  Rasulullah saw justru meminta kita untuk bersegera menuju masjid-masjid  untuk melaksanakan sholat gerhana, memperbanyak istighfar, berdoa dan bersedekah.

Karena itu perlu kiranya kita  menelaah dan mengulang kembali apa yang menjadi cara-cara  dan adab dalam menunaikan shalat Gerhana ini. Berikut saya buatkan catatan ringkas bagaimana seharusnya kita melakukan sholat gerhana. Baik sholat Gerhana Matahari atau Gerhana Bulan. Sama saja, seperti berikut:

#Shalat Gerhana matahari (atau Gerhana Bulan) hukumnya SUNNAH MUAKKADAH.  Dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Namun dibenarkan juga untuk dilakukan sendirian seperti yang dinukil dari pendapat-pendapat para ulama.

#Adalah sunnah untuk dilakukan di dalam masjid sebagaimana yang dituturkan oleh Aisyah ra, “Pernah terjadi Gerhana Matahari di masa Nabi saw. Beliau keluar menuju masjid, maka orang-orangpun membuat shaf-saf di belakang Beliau (untuk menunaikan shalat Gerhana) . (Riwayat  al Bukhori)

#Kaum wanita juga disyariatkan untuk ikut menunaikan sholat Gerhana karena Aisyah dan Asma ra pernah sholat Gerhana bersama Nabi saw di masjid (Rowahu al Bukhori)

#Solat Gerhana mulai ditunaikan di saat permulaan gerhana terjadi sampai berakhirnya. Tidak boleh memulai shalat sampai dipastikan telah terlihat gerhana sesuai dengan hadits Nabi, “Kalau kalian telah melihat bagian dari gerhana itu maka sholatlah sampai hilang gerhananya” (Rowahu Muslim)

#Sholat Gerhana dianggap telah lewat waktunya jika telah usai gerhana tersebut. Jika masih berada di detik detik akhir  terjadinya gerhana maka masih dibolehkan untuk menunaikan sholat.

#Jika seseorang ada yang tidak mengetahui terjadinya gerhana kecuali setelah usainya gerhana tersebut maka tidak usah meng qodo’ atau mengganti shalat ini, karena tidak ada perintah atau sunnah seperti itu.

#Tidak perlu azan atau qomat. Dari Abdullah Ibn ‘Amr dia berkata, “Ketika terjadi Gerhana Matahari di masa Rasulullah saw orang-orang diseru untuk menunaikannya berjamaah” (Muttafaqqun alaih)


Tata Cara Pelaksanaannya

#Dilakukan dua rakaat: di setiap rakaat ada dua kali berdiri, dua kali bacaan al fatihah dan surah, dua kali ruku dan dua kali sujud

#Di rakaat pertama membaca al Fatihah dengan jahr, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat yang panjang, setelah itu melakukan ruku’ yang lama, kemudian bangkit dari ruku dengan megucapkan “Samiallahu liman hamidah” dan “Rabbanaa walakal Hamd”. Namun setelah itu tidak sujud, tapi terus berdiri lagi dan membaca sekali lagi surat al Fatihah  yang diikuti dengan membaca surat yang panjang namun lebih ringan dan ringkas dibanding surat yang dibaca sebelumnya. Setelah itu ruku, bangkit dari ruku, dan  melakukan dua sujud yang panjang. Setelah ini berdiri lagi untuk melakukan rakaat yang kedua. Di rakaat kedua ini semua yang dilakukan di rakaat pertama dilakukan lagi sama persis, hanya saja semuanya lebih pendek dan ringkas dari rakaat sebelumnya dan diakhiri dengan salam seperti shalat biasa.

#Dari Aisya ra dia berkata, “Telah terjadi Gerhana Matahari di zaman Nabi saw, maka Beliaupun keluar ke masjid untuk menunaikan shalat Gerhana. Beliau bangun dan bertakbiratul ihram sedangkan orang=orang membuat shof berjamaah dibelakangnya. Nabipun membaca bacaan yang panjang kemudian Beliau bertakbir dan ruku dengan ruku yang panjang  kemudian bangki dari ruku sambil membaca samiallahu liman hamidah rabbanaa walakal hamd kemudian beliau melanjutkan dengan membaca bacaaan lagi yang panjang tapi lebih rimgan dari sebelumnya. Beliau ruku lagi dengan ruku yang panjang tapi lebih ringan dari ruku sebelumnya, kemudian Beliau membaca samiallahuliman hamidah rabbana walakal hamd, kemudian Beliau sujud, kemudian beliau melakukan hal yang sama di rakaat berikutnya sampai sempurna empat ruku, empat sujud, dan matahari muncul kembali sebelum selesai sholat, kemudian Beliau berdiri berkhutbah di depan manusia dengan mulai memuji ALLAH yang patut dipuji, kemudian Beliau menambahkan bahwa Matahari dan bulan adalah dua ayat ALLAH yang tidak terjadi disebabkan kematian seseorang atau karena kelahirannya. dan jika kalian melihat gerhana terjadi   maka bersegeralah menunaikan sholat Gerhana (riwayat imam Muslim). Dalam riwayat lain “Dan Nabi melakukan sujud yang lama”.

#Membaca ayat dengan jelas saat sholat gerhana sebagaimana diceritakan oleh Aisyah dalam hadits Sohih bahwa Rasulullah saw menyaringkan bacaan Beliau saat sholat gerhana.

#Panjangnya bacaan ini ditunjukkan dari riwayat Ibnu Abbas bahwa Nabi saw berdiri menunaikan sholat Gerhana dengan berdiri yang panjang sepanjang surat al Baqarah. (Mutafaqqun alaih)

#Dari Abu Musa al Asyari ketika beliau menggambarkan cara sholat Gerhana Nab saw, “Beliau datang ke masjid dan menunaikan sholat dengan berdiri, ruku dan sujud yang paling lama yang pernah kusaksikan  yang dilakukan oleh Nabi saw dalam sholat” (Riwayat al Bukhori dan Muslim)

#Memanjangkan sholat ini tidak dilakukan saat bangkit dari ruku, atau saat duduk diantara dua sujud dan juga saat tasyahhud

#Sholat gerhana tetap sah jika membaca ayat apapun dari al Quran setelah membaca al Fatihah. Namun membaca surat panjang jauh lebih utama sesuai Sunnah Rasulullah SAW. Bahkan Syaikh Utsamin seorang ulama Hijaz dalam salah satu fatwanya menyeru para imam untuk tetap memanjangkan bacaan dalam sholat Gerhana tanpa memperhatikan kondisi makmum,  karena Nabi saw orang yang lebih faham kondisi ummat tetap memanjangkan bacaan sholat beliau seperti diriwayatkan dalam hadits-hadits di sini.

#Disunnahkan memperbanyak zikir kepada ALLAH swt, beristighfar, bertakbir dan bersedekah serta melakukan taqarrub dalam bentuk apapun sesuai kemampuan masing masing. Nabi bersabda, “Kalau kalian menyaksikan gerhana maka berdoa kepada ALLAH swt, bertakbirlah dan  lakukan sholat Gerhana serta bersedekahlah” (Mutafaqqun alaih)

#Diantara para ulama ada yang membolekan menunaikan sholat gerhana cukup dengan sholat sunnah dua rakaat seperti biasa.

Khutbah

Disunnahkan untuk berkhutbah setelah sholat gerhana. Bagi khotib agar isi khutbahnya diarahkan untuk memberikan nasehat nasehat ketakwaan kepada para jamaah,  serta mengingatkan mereka dari sifat lalai. Mengajak mereka untuk memperbanyak doa dan istighfar. Ini sesuai dengan khutbah Nabi saw setelah menunaikan sholat gerhana dimana beliau berkhutbah, “Matahari dan bulan adalah dua ayat ALLAH yang tidak terjadi disebabkan kematian seseorang atau karena kelahirannya, dan jika kamu melihat gerhana maka berdoalah kepada ALLAH, bertakbirlah dan bersedekahlah”
(HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904)

Usai Gerhana

#Jika gerhana telah usai, maka sunnah bagi kita untuk tetap melanjutkan sholat sampai gerhananya benar-benar telah pudar dan matahari muncul kembali

#Jika sholat sudah selesai sebelum berakhirnya gerhana maka tidak perlu mengulang kembali sholat gerhana, akan tetapi
Cukup dengan memperbanyak zikir dan memperbanyak doa. Ini sesuai dengan sabda Nabi saw, “Jika kalian menyaksikannya maka berdoalah kepada ALLAH dan tunaikanlah sholat gerhana sampai matahari tersingkap lagi” (riwayat al Bukhori). Ini menunjukkan bahwa jika sholat gerhana telah selesai sementara gerhana masih berlangsung maka cukup bagi kita untuk mengisi sisa waktu gerhana ini dengan memperbanyak doa

Masbuq

#Jika setelah ruku pertama maka masuq tidak dianggap mendapatkan satu rakaat. Karena itu jika masbuq masuk ke dalam sholat dan mendapati sang imam mengankat kepalanya dari rakaat pertama (dari dua ruku di rokaat pertama) maka masbuq dianggap telah ketinggalan satu rakaat yang haris digantinya

#Cara meng qodo nya adalah dengan mengganti rakaat rakaat yang tertinggal itu dengan melakukan satu rakaat dengan dua bacaan al
[4/3 21.02] ‪+62 812-5414-880‬: fatihah dan surah, dua ruku, dua sujud yang panjang jika gerhana masih berlangsung. Akan tetapi jika gerhana sudah usai maka memendekkan bacaaan adalah jadi pilihan.

Semoga ringkasan ini memudahkan kita untuk menunaikan Sunnah Rasulullah saw. Wallahualam

Malam menjelang tidur, 2 Maret 2016
Muslim Gunawan

Silahkan kunjungi www.facebook.com/ilham.hasbayny